SHANGHAI - Raksasa bisnis internet Google secara resmi akan menutup bisnis di Cina bulan depan dan mungkin mengumumkan rencana-rencana selanjutnya minggu-minggu ini. The China Business News mengatakan Google akan pergi dari negara itu pada 10 April.
"Sejumlah sumber menyatakan Google akan meninggalkan Cina pada tanggal itu (10 April, red), tapi informasi resmi belum dikonfirmasi Google hingga hari ini," tulis koran itu, mengutip omongan seorang pejabat biro iklan Cina yang menolak ditulis namanya.
Laporan tidak menyebutkan apakah Google akan menutup semua atau sebagian dari operasinya di negara ini.
Seorang pegawai di Google Cina menyatakan, kemungkinan baru hari Senin Google akan membuat pernyataan resmi. Selain itu, perusahaan ini juga akan mengumumkan rincian kompensasi bagi staf lokal mereka.
Juru bicara Google di Cina, Marsha Wang menolak mengomentari laporan itu. Ia hanya menyatakan laporan itu "Sungguh tidak update dengan kondisi terkini perusahaan." Jadi?
Facebook Geser Hegemoni Google di AS
Jumat, 19 Maret 2010, 11:18 WIB
JAKARTA--Untuk kali pertama, Facebook melengserkan Google sebagai salah satu situs yang paling sering diakses warga AS selama seminggu penuh. Situs jejaring sosial itu menempati urutan pertama dengan raihan 7.07% disusul Google dengannbsp; 7.0. % dan Yahoo Mail ditempat ketiga dengan 3.80%.
"Facebook merupakan situs yang paling banyak diakses warga AS sampai minggu kedua Maret, " ungkap Hitwise, perusahaan monitoring internet di AS, seperti dikutip dari ComputerWorld, pekan ini. Hitwise melaporkan, Google kalah telak oleh Facebook ketika memasuki perayaan Natal dan Tahun Baru.
Juru bicara Hitwise mengatakan perubahan posisi itu merupakan pencapaian luar biasa dari Facebook. Pasalnya, Facebook menyingkirkan pesaing sekelas Google, Yahoo Mail dan situs utama Yahoonbsp; (posisi 4 dengan 3.67%) dan Youtube (posisi 5 dengan 2.14%.
"Ada satu alasan kesuksesan Facebook yaitu perubahan fitur yang makin mudah untuk berbagi informasi dan isi dengan teman secara online," ungkap pengamat teknologi, Tatham kepada Computerworld. Menurutnya, fitur berbagi merupakan pendorong utama masyarakat untuk melakukan aktivitas online.
Hasil ini tentu mengejutkan. Apalagi pesaing macam Myspace yang notabene menawarkan layanan serupa dengan Facebook tidak lagi mengancam. Facebook pun telah merubah tradisi.
Awas, Virus Baru Pencuri Password Serang Facebook!
Kamis, 18 Maret 2010, 10:56 WIB
BOSTON--Siaga satu untuk para pengguna Facebook. Pembobol dunia maya telah membanjiri Internet dengan spam mengandung virus dengan sasaran situs jejaring terbesar dunia yang kini diperkirakan memiliki 400 juta pengguna. Tujuan spam tersebut mencuri passwoord yang tersimpan di bank data dan mengumpulkan informasi sensitif lain.
Email--kedok yang digunakan spam--memberi tahu penerima bahwa kata sandi dalam akun Facebook mereka telah disetting ulang. Karena itu mereka menyeru penerima untuk mengklik sebuah file attachment agar mereka bisa memperoleh legitimasi baru mengakses layanan, demikian menurut para pembuat software anti-virus di McAffe Inc menjelaskan modus para hacker.
Bila attachment tersebut dibuka, lanjut McAfee, ia akan mendownload beberapa tipe software berbahaya, termasuk program pencuri kata sandi.
Hacker telah lama menarget pengguna Facebook, mengirimkan pesan-pesan mengandung program berbahaya lewat sistem email internal perusahaan jaringan sosial tersebut. Dengan tipe serangan terbaru ini, mereka mulai menggunakan email Internel umum unuk menyebarkan software berbahaya mereka.
Seorang juru bicara Facebook mengatakan perusahaan masih belum dapat berkomentar, khusus atas kasus tersebut. Namun, ia menunjuk pada status terkini yang ditayangkan perusahaan lewat situs resmi mereka awal Rabu lalu, isinya mengingatkan pengguna tentang email palsu dan menyarankan pengguna menghapus email tersebut dan mengingatkan kawan-kawan mereka.
McAfee memperkirakan para hacker tesebut telah mengirim puluhan juta spam di penjuru Eropa, Amerika Serikat dan Asia sejak kampanye penyerangan pertama dimulai Selasa lalu.
Direktur riset malware dan komunikasi McAfee, Dave Marcus, mengatakan ia memprediksi para hacker tersebut berhasil menginfeksi jutaan komputer. "Dengan Facebook sebagai umpan, anda berpotensi memiliki 40 juta orang yang mengklik attachment. Jika 10 persen saja sukses, itu tetap berarti 40 juta," ujarnya.
Bagi anda pengguna layanan Facebook, ada baiknya mengingat informasi berikut. Menurut Dave Marcus, email mengandung spam itu memiliki subjek "Facebook password reset confirmation customer support".
Red: ajeng
IE9 Versi Uji Coba Dilempar Gratis ke Publik
Rabu, 17 Maret 2010, 18:34 WIB
JAKARTA--Bowser garapan Microsoft, Internet Explorer 9 (IE9) mulai unjuk gigi. Selasa lalu mereka meluncurkan versi uji coba IE9--sebuah langkah yang tak biasa dalam tradisi Micorosoft--kepada pengguna. Ini berarti, persaingan antar browser kian panas.
IE tidak tinggal diam melihat kompetitornya berbenah dan mengembangkan diri. Tapi sayang, hingga kini pihak Microsoft belum memberi berkomentar resmi tentang IE9.
Lalu apa saya menu yang dihidangkan dalam pesta oleh IE9? Pertama versi uji coba IE meningkatkan kemampuan HTML5 dan CSS3. Situs PC World, Rabu (17/3), menuliskan keberadaan HTML 5 memungkinkan desainer web untuk membuat variasi dalam sebuah situs tanpa mengandalkan Java Script, Clash dan lainnya.nbsp;
Hal ini menjamin web akan berjalan baik di semua browser. Sebagai contoh, bila biasanya desainer web membutuhkan kode Java Script untuk membuat variasi tulisan seperti tulisan berputar, dengan HTML 5 ini bisa dilakukan tanpa bantuan Java Script.
Sementara, CSS merupakan teknologi yang mempermudah para desainer menentukan pasti bagaimana tampilan sebuah situs. Tak ketinggalan IE mendongkrak kemampuan Mesin JavaScript agar memperbaiki kinerja aplikasi berbasis Web.
Browser itu pun menambah kecepatan hardware melakukan pengarsiran gambar dan teks pada halaman situs. Khusus satu ini, Microsoft tidak menyebutkan unit prosesor grafis mana yang akan didukung. Namun, mungkin lebih aman bila mengasumsikan anda membutuhkan kartu VGA relatif terkini dan dukungan terintegrasi terhadap pemutar video H.264 yang telah menggunakan HTML5.
Microsoft saat ini telah membuka demo teknologi dalan situs penguji coba IE9, mulai untuk desainer T-Shirt, berbagai demo animasi dan bahkan variasi game klasik Asteroid. Patut diperhatikan, tak satu pun dari demo tersebut yang menggunakan Flash. Alih-alih mereka memanfaatkan teknologi Web seperti JavaScript dan HTML5.
Versi uji coba IE9 ini merupakan produk yang dapat didownload gratis--lagi-lagi hal yang tak biasa dari Microsoft . Mengingat proyek masih jauh dari tahap akhir, versi ini tak akan menggantikan versi Internet Explorer yang telah terinstal di komputer anda saat ini.
Mumpung Microsoft masih membuka demo, tak ada salahnya mencoba. Khusus yang tertarik mendownload versi uji coba, pastikan menggunakan OS minimal Windows Vista Service Pack 2.
Menghindarkan Anak Anak Dari Kejahatan Dunia Maya
Rabu, 17 Maret 2010, 17:23 WIB
Bagaimana menghindari kejahatan di dunia maya? Barrie Ooi, Head of Windows Live, Southeast Asia, Microsoft menyampaikan sejumlah tips untuk orang tua, guna melindungi anak-anak sebagai obyek kejahatan dan pelecehan. Barrie memberikan saran sebagai berikut:
*Dukung anak-anak dan teman mereka untuk saling menjaga cara ini akan secara drastis mengurangi kemungkinan mereka dijadikan sebagai target.
*Letakkan komputer keluarga dan mainan dengan koneksi internet di tengah rumah untuk memudahkan pengawasan aktivitas online anak-anak.
*Tanyakan kepada anak-anak, apa yang mereka lakukan ketika sedang online, dan usahakan untuk mendapatkan jawaban yang rinci. Minta kepada mereka untuk memberikan tur online pada web site yang sering mereka kunjungi, dan aktivitas online lainnya tempat mereka berpartisipasi.
*Lakukan diskusi mendalam mengenai kejahatan dunia maya dengan anak yang lebih tua, yang mungkin mengakses internet di tempat yang berbeda-beda, termasuk di luar rumah, di mana mereka tidak selalu diawasi.
*Pastikan anak-anak merasa nyaman melaporkan kejahatan yang mereka alami kepada anda, janjikan anda akan melaporkan insiden apapun, jika mereka mau dan lakukan. Misalnya, dengan melakukan pendekatan kepada orang tua si pelaku tindak kejahatan, guru, atau pihak manapun yang berpotensi memperburuk keadaan. Pikirkan strategi terbaik untuk melatih anak anda.
*Berikan gambaran jelas kepada anak-anak, mengenai hal yang akan mereka hadapi apabila memiliki keterlibatan dalam kejahatan dunia maya dengan orang lain.
Media Online bukan Musuh Media Cetak
Senin, 22 Maret 2010, 19:27 WIB
rol
Republika Online
JAKARTA--Perkembangan media online bukanlah ancaman bagi media cetak tetapi justru membantu media cetak, kata Pemimpin redaksi detik.com, Boediono Darsono. "Kalau dikatakan media cetak akan semakin tergilas karena media online itu salah, karena media online justru membantu media cetak," kata Boediono dalam Diskusi "Media Cetak Vs Media Online, di Jakarta, Senin.
Boediono mengatakan, kecepatan berita yang disajikan media online bisa digunakan oleh media cetak sebagai patokan suatu berita sehingga memudahkan media cetak. Menurutnya, meskipun pengakses media online sekarang ini semakin meningkat, media cetak bahkan media online harus lebih waspada karena ancaman itu justru muncul dari media konvergen yang semakin berkembang. "Ancaman media itu muncul dari gadget-gadget yang konvergen seperti blackberry. Media online saja risau, apalagi media cetak harusnya juga lebih risau," tutur Boediono.
Boediono mengatakan sebagian besar pengakses detik.com menggunakan handphone, padahal melalui telepon genggam iklan tidak dapat dilihat pembaca. Menurutnya, meskipun pembaca detik.com lebih banyak, keunggulan pemasukan iklan di media massa cetak lebih banyak."Pembaca detik itu lebih banyak dari Kompas, tapi pemasukkannya lebih banyak Kompas. Namun, pertumbuhan iklan itu sekarang makin pesat, bahkan iklan kami itu terus tumbuh," kata Boediono.
Boediono mengatakan perkembangan iklan akan terus berkembang sekitar 100 persen per tahun, oleh sebab itu pihaknya tetap yakin akan bertahan bahkan bisa lebih berkembang. Namun, yang perlu diwaspadai media, baik cetak maupun online ialah ancaman dari pemilik media dari luar negeri. "Di Amerika, pemasukan google dan yahoo itu jauh lebih tinggi dari pada koran. Jadi, ancaman yang lebih besar itu juga bisa muncul dari luar yang tidak bisa diatur regulasinya," kata Boediono.ant
Awas....Virus Baru Pencuri Password Incar Facebook
Sabtu, 20 Maret 2010, 08:56 WIB
Facebook
BOSTON--Para peretas telah membanjiri Internet dengan "spam" yang tercemar virus yang mengincar sebanyak 400 juta pengguna Facebook dalam upaya mencuri password perbankan dan mengumpulkan informasi lain yang sensitif.Surat elektronik memberi tahu penerima bahwa password di akun Facebook mereka telah diset-ulang, dan mendesak mereka mengklik "attachment" untuk memperoleh izin "login" baru, demikian penjelasan perusahaan pembuat perangkat lunak anti-virus McAfee Inc.
Jika "attachment" tersebut dibuka,maka beberapa jenis perangkat lunak jahat akan terunduh, termasuk satu program yang mencuri password, kata McAfee pekan ini. Para peretas telah lama mengincar pemakai Facebook, dan mengirimi mereka pesan tercemar melalui sistem surat elektronik internal milik perusahaan jejaring sosial itu sendiri. Dengan serangan baru itu, mereka memanfaatkan surat elektronik rutin Internet untuk menyebarkan perangkat lunak jahat.
Jurubicara Facebook mengatakan perusahaan tersebut tak dapat mengomentari kasus tertentu, tapi menyatakan perbaikan status yang dikirim oleh perusahaan itu di jejaringnya Rabu pagi memperingatkan pemakai mengenai surat elektronik yang mengandung virus tersebut dan menyarankan pengguna agar menghapus surat elektronik itu dan memperingatkan teman-teman mereka.
McAfee memperingatkan para peretas mengirim puluhan juta "spam" ke seluruh Eropa, Amerika Serikat dan Asia sejak aksi tersebut mulai berlangsung Selasa.Dave Marcus, Direktur McAfee Urusan Komunikasi dan Penelitian Malware, mengatakan ia menduga para peretas akan berhasil menulari jutaan komputer.
"Dengan Facebook sebagai daya pikat anda, sebanyak 400 juta orang berpotensi mengklik "attachment" tersebut. Jika 10 persen saja berhasil, maka sebanyak 40 juta orang jadi korban," katanya.Tulisan pada surat elektronik tersebut berbunyi "Facebook password reset confirmation customer support", kata Marcus.
NARQWE (MAN HAYS LATEST)
Tampilkan postingan dengan label narQwe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label narQwe. Tampilkan semua postingan
Rabu, 29 September 2010
Merokok dan Kesehatan..!
Senin, 30 Juni, 2003 oleh: Gsianturi
Merokok dan Kesehatan..!
Gizi.net - Merokok dan Kesehatan..!
MEROKOK mengganggu kesehatan, kenyataan ini tidak dapat kita mungkiri. Banyak penyakit telah terbukti menjadi akibat buruk merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kebiasaan merokok bukan saja merugikan si perokok, tetapi juga bagi orang di sekitarnya.
ASAP rokok merupakan polutan bagi manusia dan lingkungan sekitarnya. Bukan hanya bagi kesehatan, merokok menimbulkan pula problem di bidang ekonomi. Di negara industri maju, kini terdapat kecenderungan berhenti merokok, sedangkan di negara berkembang, khususnya Indonesia, malah cenderung timbul peningkatan kebiasaan merokok.
Melalui resolusi tahun 1983, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan tanggal 31 Mei sebagai Hari Bebas Tembakau Sedunia setiap tahun.
Laporan WHO tahun 1983 menyebutkan, jumlah perokok meningkat 2,1 persen per tahun di negara berkembang, sedangkan di negara maju angka ini menurun sekitar 1,1 persen per tahun.
Penelitian di Jakarta menunjukkan bahwa 64,8 persen pria dan 9,8 persen wanita dengan usia di atas 13 tahun adalah perokok. Bahkan, pada kelompok remaja, 49 persen pelajar pria dan 8,8 persen pelajar wanita di Jakarta sudah merokok.
Studi di Semarang tahun 1973 oleh Prof Boedi Darmojo mendapatkan prevalensi merokok pada 96,1 persen tukang becak, 79,8 persen paramedis, 51,9 persen pegawai negeri, dan 36,8 persen dokter.
Dalam penelitian yang dilakukan Prof Soesmalijah Soewondo dari Fakultas Psikologi UI-yang bertanya kepada sejumlah orang yang tidak berhenti merokok-diperoleh jawaban bahwa bila tidak merokok, akan susah berkonsentrasi, gelisah, bahkan bisa jadi gemuk; sedangkan bila merokok, akan merasa lebih dewasa dan bisa timbul ide-ide atau inspirasi. Faktor-faktor psikologis dan fisiologis inilah yang banyak mempengaruhi kebiasaan merokok di masyarakat.
Asap rokok yang dihirup seorang perokok mengandung komponen gas dan partikel. Partikel yang dibebaskan selama merokok sebanyak 5 x 109 pp. Komponen gas terdiri dari karbon monoksida, karbon dioksida, hidrogen sianida, amoniak, oksida dari nitrogen dan senyawa hidrokarbon. Adapun komponen partikel terdiri dari tar, nikotin, benzopiren, fenol, dan kadmium.
Dampak paru-paru
Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran napas dan jaringan paru-paru. Pada saluran napas besar, sel mukosa membesar (hipertrofi) dan kelenjar mucus bertambah banyak (hiperplasia). Pada saluran napas kecil, terjadi radang ringan hingga penyempitan akibat bertambahnya sel dan penumpukan lendir. Pada jaringan paru-paru, terjadi peningkatan jumlah sel radang dan kerusakan alveoli.
Akibat perubahan anatomi saluran napas, pada perokok akan timbul perubahan pada fungsi paru-paru dengan segala macam gejala klinisnya. Hal ini menjadi dasar utama terjadinya penyakit obstruksi paru menahun (PPOM).
Dikatakan merokok merupakan penyebab utama timbulnya PPOM, termasuk emfisema paru-paru, bronkitis kronis, dan asma.
Hubungan antara merokok dan kanker paru-paru telah diteliti dalam 4-5 dekade terakhir ini. Didapatkan hubungan erat antara kebiasaan merokok, terutama sigaret, dengan timbulnya kanker paru-paru. Bahkan ada yang secara tegas menyatakan bahwa rokok sebagai penyebab utama terjadinya kanker paru-paru.
Partikel asap rokok, seperti benzopiren, dibenzopiren, dan uretan, dikenal sebagai bahan karsinogen. Juga tar berhubungan dengan risiko terjadinya kanker. Dibandingkan dengan bukan perokok, kemungkinan timbul kanker paru-paru pada perokok mencapai 10-30 kali lebih sering.
Dampak terhadap jantung
Banyak penelitian telah membuktikan adanya hubungan merokok dengan penyakit jantung koroner (PJK). Dari 11 juta kematian per tahun di negara industri maju, WHO melaporkan lebih dari setengah (6 juta) disebabkan gangguan sirkulasi darah, di mana 2,5 juta adalah penyakit jantung koroner dan 1,5 juta adalah stroke. Survei Depkes RI tahun 1986 dan 1992, mendapatkan peningkatan kematian akibat penyakit jantung dari 9,7 persen (peringkat ketiga) menjadi 16 persen (peringkat pertama).
Merokok menjadi faktor utama penyebab penyakit pembuluh darah jantung tersebut. Bukan hanya menyebabkan penyakit jantung koroner, merokok juga berakibat buruk bagi pembuluh darah otak dan perifer.
Asap yang diembuskan para perokok dapat dibagi atas asap utama (main stream smoke) dan asap samping (side stream smoke). Asap utama merupakan asap tembakau yang dihirup langsung oleh perokok, sedangkan asap samping merupakan asap tembakau yang disebarkan ke udara bebas, yang akan dihirup oleh orang lain atau perokok pasif.
Telah ditemukan 4.000 jenis bahan kimia dalam rokok, dengan 40 jenis di antaranya bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker), di mana bahan racun ini lebih banyak didapatkan pada asap samping, misalnya karbon monoksida (CO) 5 kali lipat lebih banyak ditemukan pada asap samping daripada asap utama, benzopiren 3 kali, dan amoniak 50 kali. Bahan-bahan ini dapat bertahan sampai beberapa jam lamanya dalam ruang setelah rokok berhenti.
Umumnya fokus penelitian ditujukan pada peranan nikotin dan CO. Kedua bahan ini, selain meningkatkan kebutuhan oksigen, juga mengganggu suplai oksigen ke otot jantung (miokard) sehingga merugikan kerja miokard.
Nikotin mengganggu sistem saraf simpatis dengan akibat meningkatnya kebutuhan oksigen miokard. Selain menyebabkan ketagihan merokok, nikotin juga merangsang pelepasan adrenalin, meningkatkan frekuensi denyut jantung, tekanan darah, kebutuhan oksigen jantung, serta menyebabkan gangguan irama jantung. Nikotin juga mengganggu kerja saraf, otak, dan banyak bagian tubuh lainnya.
Nikotin mengaktifkan trombosit dengan akibat timbulnya adhesi trombosit (penggumpalan) ke dinding pembuluh darah.
Karbon monoksida menimbulkan desaturasi hemoglobin, menurunkan langsung persediaan oksigen untuk jaringan seluruh tubuh termasuk miokard. CO menggantikan tempat oksigen di hemoglobin, mengganggu pelepasan oksigen, dan mempercepat aterosklerosis (pengapuran/penebalan dinding pembuluh darah). Dengan demikian, CO menurunkan kapasitas latihan fisik, meningkatkan viskositas darah, sehingga mempermudah penggumpalan darah.
Nikotin, CO, dan bahan-bahan lain dalam asap rokok terbukti merusak endotel (dinding dalam pembuluh darah), dan mempermudah timbulnya penggumpalan darah.
Di samping itu, asap rokok mempengaruhi profil lemak. Dibandingkan dengan bukan perokok, kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida darah perokok lebih tinggi, sedangkan kolesterol HDL lebih rendah.
Penyakit jantung koroner
Merokok terbukti merupakan faktor risiko terbesar untuk mati mendadak.
Risiko terjadinya penyakit jantung koroner meningkat 2-4 kali pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok. Risiko ini meningkat dengan bertambahnya usia dan jumlah rokok yang diisap. Penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko merokok bekerja sinergis dengan faktor-faktor lain, seperti hipertensi, kadar lemak atau gula darah yang tinggi, terhadap tercetusnya PJK.
Perlu diketahui bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung koroner berkurang dengan 50 persen pada tahun pertama sesudah rokok dihentikan.
Akibat penggumpalan (trombosis) dan pengapuran (aterosklerosis) dinding pembuluh darah, merokok jelas akan merusak pembuluh darah perifer.
PPDP yang melibatkan pembuluh darah arteri dan vena di tungkai bawah atau tangan sering ditemukan pada dewasa muda perokok berat, sering akan berakhir dengan amputasi.
Penyakit (stroke)
Penyumbatan pembuluh darah otak yang bersifat mendadak atau stroke banyak dikaitkan dengan merokok. Risiko stroke dan risiko kematian lebih tinggi pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok.
Dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Inggris, didapatkan kebiasaan merokok memperbesar kemungkinan timbulnya AIDS pada pengidap HIV. Pada kelompok perokok, AIDS timbul rata-rata dalam 8,17 bulan, sedangkan pada kelompok bukan perokok timbul setelah 14,5 bulan. Penurunan kekebalan tubuh pada perokok menjadi pencetus lebih mudahnya terkena AIDS sehingga berhenti merokok penting sekali dalam langkah pertahanan melawan AIDS.
Kini makin banyak diteliti dan dilaporkan pengaruh buruk merokok pada ibu hamil, impotensi, menurunnya kekebalan individu, termasuk pada pengidap virus hepatitis, kanker saluran cerna, dan lain-lain.
Dari sudut ekonomi kesehatan, dampak penyakit yang timbul akibat merokok jelas akan menambah biaya yang dikeluarkan, baik bagi individu, keluarga, perusahaan, bahkan negara.
Penyakit-penyakit yang timbul akibat merokok mempengaruhi penyediaan tenaga kerja, terutama tenaga terampil atau tenaga eksekutif, dengan kematian mendadak atau kelumpuhan yang timbul jelas menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan. Penurunan produktivitas tenaga kerja menimbulkan penurunan pendapatan perusahaan, juga beban ekonomi yang tidak sedikit bagi individu dan keluarga. Pengeluaran untuk biaya kesehatan meningkat, bagi keluarga, perusahaan, maupun pemerintah.
Kebiasaan merokok
Sudah seharusnya upaya menghentikan kebiasaan merokok menjadi tugas dan tanggung jawab dari segenap lapisan masyarakat.
Usaha penerangan dan penyuluhan, khususnya di kalangan generasi muda, dapat pula dikaitkan dengan usaha penanggulangan bahaya narkotika, usaha kesehatan sekolah, dan penyuluhan kesehatan masyarakat pada umumnya.
Tokoh-tokoh panutan masyarakat, termasuk para pejabat, pemimpin agama, guru, petugas kesehatan, artis, dan olahragawan, sudah sepatutnya menjadi teladan dengan tidak merokok.
Profesi kesehatan, terutama para dokter, berperan sangat penting dalam penyuluhan dan menjadi contoh bagi masyarakat. Kebiasaan merokok pada dokter harus segera dihentikan. They are important exemplars: they do practise what they preach.
Perlu pula pembatasan kesempatan merokok di tempat-tempat umum, sekolah, kendaraan umum, dan tempat kerja; pengaturan dan penertiban iklan promosi rokok; memasang peringatan kesehatan pada bungkus rokok dan iklan rokok.
Iklim tidak merokok harus diciptakan. Ini harus dilaksanakan serempak oleh kita semua, yang menginginkan tercapainya negara dan bangsa Indonesia yang sehat dan makmur.
Merokok dan Kesehatan..!
Gizi.net - Merokok dan Kesehatan..!
MEROKOK mengganggu kesehatan, kenyataan ini tidak dapat kita mungkiri. Banyak penyakit telah terbukti menjadi akibat buruk merokok, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kebiasaan merokok bukan saja merugikan si perokok, tetapi juga bagi orang di sekitarnya.
ASAP rokok merupakan polutan bagi manusia dan lingkungan sekitarnya. Bukan hanya bagi kesehatan, merokok menimbulkan pula problem di bidang ekonomi. Di negara industri maju, kini terdapat kecenderungan berhenti merokok, sedangkan di negara berkembang, khususnya Indonesia, malah cenderung timbul peningkatan kebiasaan merokok.
Melalui resolusi tahun 1983, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan tanggal 31 Mei sebagai Hari Bebas Tembakau Sedunia setiap tahun.
Laporan WHO tahun 1983 menyebutkan, jumlah perokok meningkat 2,1 persen per tahun di negara berkembang, sedangkan di negara maju angka ini menurun sekitar 1,1 persen per tahun.
Penelitian di Jakarta menunjukkan bahwa 64,8 persen pria dan 9,8 persen wanita dengan usia di atas 13 tahun adalah perokok. Bahkan, pada kelompok remaja, 49 persen pelajar pria dan 8,8 persen pelajar wanita di Jakarta sudah merokok.
Studi di Semarang tahun 1973 oleh Prof Boedi Darmojo mendapatkan prevalensi merokok pada 96,1 persen tukang becak, 79,8 persen paramedis, 51,9 persen pegawai negeri, dan 36,8 persen dokter.
Dalam penelitian yang dilakukan Prof Soesmalijah Soewondo dari Fakultas Psikologi UI-yang bertanya kepada sejumlah orang yang tidak berhenti merokok-diperoleh jawaban bahwa bila tidak merokok, akan susah berkonsentrasi, gelisah, bahkan bisa jadi gemuk; sedangkan bila merokok, akan merasa lebih dewasa dan bisa timbul ide-ide atau inspirasi. Faktor-faktor psikologis dan fisiologis inilah yang banyak mempengaruhi kebiasaan merokok di masyarakat.
Asap rokok yang dihirup seorang perokok mengandung komponen gas dan partikel. Partikel yang dibebaskan selama merokok sebanyak 5 x 109 pp. Komponen gas terdiri dari karbon monoksida, karbon dioksida, hidrogen sianida, amoniak, oksida dari nitrogen dan senyawa hidrokarbon. Adapun komponen partikel terdiri dari tar, nikotin, benzopiren, fenol, dan kadmium.
Dampak paru-paru
Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran napas dan jaringan paru-paru. Pada saluran napas besar, sel mukosa membesar (hipertrofi) dan kelenjar mucus bertambah banyak (hiperplasia). Pada saluran napas kecil, terjadi radang ringan hingga penyempitan akibat bertambahnya sel dan penumpukan lendir. Pada jaringan paru-paru, terjadi peningkatan jumlah sel radang dan kerusakan alveoli.
Akibat perubahan anatomi saluran napas, pada perokok akan timbul perubahan pada fungsi paru-paru dengan segala macam gejala klinisnya. Hal ini menjadi dasar utama terjadinya penyakit obstruksi paru menahun (PPOM).
Dikatakan merokok merupakan penyebab utama timbulnya PPOM, termasuk emfisema paru-paru, bronkitis kronis, dan asma.
Hubungan antara merokok dan kanker paru-paru telah diteliti dalam 4-5 dekade terakhir ini. Didapatkan hubungan erat antara kebiasaan merokok, terutama sigaret, dengan timbulnya kanker paru-paru. Bahkan ada yang secara tegas menyatakan bahwa rokok sebagai penyebab utama terjadinya kanker paru-paru.
Partikel asap rokok, seperti benzopiren, dibenzopiren, dan uretan, dikenal sebagai bahan karsinogen. Juga tar berhubungan dengan risiko terjadinya kanker. Dibandingkan dengan bukan perokok, kemungkinan timbul kanker paru-paru pada perokok mencapai 10-30 kali lebih sering.
Dampak terhadap jantung
Banyak penelitian telah membuktikan adanya hubungan merokok dengan penyakit jantung koroner (PJK). Dari 11 juta kematian per tahun di negara industri maju, WHO melaporkan lebih dari setengah (6 juta) disebabkan gangguan sirkulasi darah, di mana 2,5 juta adalah penyakit jantung koroner dan 1,5 juta adalah stroke. Survei Depkes RI tahun 1986 dan 1992, mendapatkan peningkatan kematian akibat penyakit jantung dari 9,7 persen (peringkat ketiga) menjadi 16 persen (peringkat pertama).
Merokok menjadi faktor utama penyebab penyakit pembuluh darah jantung tersebut. Bukan hanya menyebabkan penyakit jantung koroner, merokok juga berakibat buruk bagi pembuluh darah otak dan perifer.
Asap yang diembuskan para perokok dapat dibagi atas asap utama (main stream smoke) dan asap samping (side stream smoke). Asap utama merupakan asap tembakau yang dihirup langsung oleh perokok, sedangkan asap samping merupakan asap tembakau yang disebarkan ke udara bebas, yang akan dihirup oleh orang lain atau perokok pasif.
Telah ditemukan 4.000 jenis bahan kimia dalam rokok, dengan 40 jenis di antaranya bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker), di mana bahan racun ini lebih banyak didapatkan pada asap samping, misalnya karbon monoksida (CO) 5 kali lipat lebih banyak ditemukan pada asap samping daripada asap utama, benzopiren 3 kali, dan amoniak 50 kali. Bahan-bahan ini dapat bertahan sampai beberapa jam lamanya dalam ruang setelah rokok berhenti.
Umumnya fokus penelitian ditujukan pada peranan nikotin dan CO. Kedua bahan ini, selain meningkatkan kebutuhan oksigen, juga mengganggu suplai oksigen ke otot jantung (miokard) sehingga merugikan kerja miokard.
Nikotin mengganggu sistem saraf simpatis dengan akibat meningkatnya kebutuhan oksigen miokard. Selain menyebabkan ketagihan merokok, nikotin juga merangsang pelepasan adrenalin, meningkatkan frekuensi denyut jantung, tekanan darah, kebutuhan oksigen jantung, serta menyebabkan gangguan irama jantung. Nikotin juga mengganggu kerja saraf, otak, dan banyak bagian tubuh lainnya.
Nikotin mengaktifkan trombosit dengan akibat timbulnya adhesi trombosit (penggumpalan) ke dinding pembuluh darah.
Karbon monoksida menimbulkan desaturasi hemoglobin, menurunkan langsung persediaan oksigen untuk jaringan seluruh tubuh termasuk miokard. CO menggantikan tempat oksigen di hemoglobin, mengganggu pelepasan oksigen, dan mempercepat aterosklerosis (pengapuran/penebalan dinding pembuluh darah). Dengan demikian, CO menurunkan kapasitas latihan fisik, meningkatkan viskositas darah, sehingga mempermudah penggumpalan darah.
Nikotin, CO, dan bahan-bahan lain dalam asap rokok terbukti merusak endotel (dinding dalam pembuluh darah), dan mempermudah timbulnya penggumpalan darah.
Di samping itu, asap rokok mempengaruhi profil lemak. Dibandingkan dengan bukan perokok, kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida darah perokok lebih tinggi, sedangkan kolesterol HDL lebih rendah.
Penyakit jantung koroner
Merokok terbukti merupakan faktor risiko terbesar untuk mati mendadak.
Risiko terjadinya penyakit jantung koroner meningkat 2-4 kali pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok. Risiko ini meningkat dengan bertambahnya usia dan jumlah rokok yang diisap. Penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko merokok bekerja sinergis dengan faktor-faktor lain, seperti hipertensi, kadar lemak atau gula darah yang tinggi, terhadap tercetusnya PJK.
Perlu diketahui bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung koroner berkurang dengan 50 persen pada tahun pertama sesudah rokok dihentikan.
Akibat penggumpalan (trombosis) dan pengapuran (aterosklerosis) dinding pembuluh darah, merokok jelas akan merusak pembuluh darah perifer.
PPDP yang melibatkan pembuluh darah arteri dan vena di tungkai bawah atau tangan sering ditemukan pada dewasa muda perokok berat, sering akan berakhir dengan amputasi.
Penyakit (stroke)
Penyumbatan pembuluh darah otak yang bersifat mendadak atau stroke banyak dikaitkan dengan merokok. Risiko stroke dan risiko kematian lebih tinggi pada perokok dibandingkan dengan bukan perokok.
Dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Inggris, didapatkan kebiasaan merokok memperbesar kemungkinan timbulnya AIDS pada pengidap HIV. Pada kelompok perokok, AIDS timbul rata-rata dalam 8,17 bulan, sedangkan pada kelompok bukan perokok timbul setelah 14,5 bulan. Penurunan kekebalan tubuh pada perokok menjadi pencetus lebih mudahnya terkena AIDS sehingga berhenti merokok penting sekali dalam langkah pertahanan melawan AIDS.
Kini makin banyak diteliti dan dilaporkan pengaruh buruk merokok pada ibu hamil, impotensi, menurunnya kekebalan individu, termasuk pada pengidap virus hepatitis, kanker saluran cerna, dan lain-lain.
Dari sudut ekonomi kesehatan, dampak penyakit yang timbul akibat merokok jelas akan menambah biaya yang dikeluarkan, baik bagi individu, keluarga, perusahaan, bahkan negara.
Penyakit-penyakit yang timbul akibat merokok mempengaruhi penyediaan tenaga kerja, terutama tenaga terampil atau tenaga eksekutif, dengan kematian mendadak atau kelumpuhan yang timbul jelas menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan. Penurunan produktivitas tenaga kerja menimbulkan penurunan pendapatan perusahaan, juga beban ekonomi yang tidak sedikit bagi individu dan keluarga. Pengeluaran untuk biaya kesehatan meningkat, bagi keluarga, perusahaan, maupun pemerintah.
Kebiasaan merokok
Sudah seharusnya upaya menghentikan kebiasaan merokok menjadi tugas dan tanggung jawab dari segenap lapisan masyarakat.
Usaha penerangan dan penyuluhan, khususnya di kalangan generasi muda, dapat pula dikaitkan dengan usaha penanggulangan bahaya narkotika, usaha kesehatan sekolah, dan penyuluhan kesehatan masyarakat pada umumnya.
Tokoh-tokoh panutan masyarakat, termasuk para pejabat, pemimpin agama, guru, petugas kesehatan, artis, dan olahragawan, sudah sepatutnya menjadi teladan dengan tidak merokok.
Profesi kesehatan, terutama para dokter, berperan sangat penting dalam penyuluhan dan menjadi contoh bagi masyarakat. Kebiasaan merokok pada dokter harus segera dihentikan. They are important exemplars: they do practise what they preach.
Perlu pula pembatasan kesempatan merokok di tempat-tempat umum, sekolah, kendaraan umum, dan tempat kerja; pengaturan dan penertiban iklan promosi rokok; memasang peringatan kesehatan pada bungkus rokok dan iklan rokok.
Iklim tidak merokok harus diciptakan. Ini harus dilaksanakan serempak oleh kita semua, yang menginginkan tercapainya negara dan bangsa Indonesia yang sehat dan makmur.
Raih Cita-cita dengan ‘Man Jadda Wajada’
Man Jadda Wajada.” Eits…ini bukan rapalan sihir ataupun rumus mantra pengasihan. Kalimat berbahasa Arab ini artinya kurang lebih adalah, siapa yang bersungguh-sungguh maka dia pasti berhasil. Siapa pun yang menerapkan rumus tersebut, bisa dipastikan akan mencapai tujuannya dengan gemilang. Siapa pun di sini bisa saja orang kafir atau bahkan orang yang beriman. Rumus ini tidak pandang bulu dan tidak hanya diperuntukkan bagi orang mukmin saja.
Rumus Man Jadda Wajada ini selaras dengan Maha Pengasih-nya Allah yang memberi rezeki kepada semua makhluk tidak peduli ia kafir atau beriman. Ambil sebagai contoh Bill Gates. Meskipun kafir, tapi ia bersungguh-sungguh di bidang computer sehingga jadilah ia orang yang kaya raya dari bisnis computer sebagai penemu Microsoft. Lalu ada juga Hugh Hefner pendiri majalah porno Playboy, Madonna yang artis seronok, JK Rowling si pengarang Harry Potter, Oprah Winfrey si pembawa acara terkenal dan masih banyak lagi yang lainnya sukses karena mereka bersungguh-sungguh di bidangnya.
Itu sebagian nama dari orang sukses di luar negeri. Dari dalam negeri mulai dari Inul dengan goyang ngebornya, Trio Macan yang erotis, Tukul Arwana, hingga Ustadz Yusuf Mansur dengan konsep sodaqohnya, Jefrey Al-Bukhori, Aa’ Gym, dll adalah sedikit nama yang telah mendulang keberhasilan di dunianya masing-masing.
Ya, memang tidak semua keberhasilan mereka patut ditiru. Sebagian mereka hanya mengejar keberhasilan di dunia tapi menginjak-injak moral.
See, ternyata semua bisa sukses tanpa memandang apakah itu aktivitas haram semisal goyang ngebor dan mendirikan majalah porno, ataukah aktivitas kebaikan semisal menjadi dai tersohor. Di sini berlaku hukum alam atau sunnatullah bahwa siapa pun yang berusaha maksimal maka ia akan menuai hasilnya. Halal dan haram itu tergantung pilihan manusianya. Pilihan ini mengandung resiko masing-masing yang itu semua ada pertanggungjawabannya di hadapan Allah kelak.
Nah, orang kafir saja bisa mendulang sukses bila dia berusaha sungguh-sungguh, apalagi kita sebagai orang yang beriman, tentunya harus lebih baik lagi donk. Usaha yang kita lakukan bukan melulu usaha yang mengejar kesuksesan dunia saja sebagaimana orang kafir itu. Usaha orang yang beriman itu orientasinya melesat hingga jauh ke depan yaitu sebagai bekal di akhirat kelak. Jadi ikhtiar atau usahanya harus jauh lebih maksimal daripada orang-orang kafir itu. Tambahan lagi, bidang yang digeluti oleh orang-orang beriman sudah pasti bidang yang halal bukan bidang maksiat sebagaimana yang dilakukan Om Hugh Hafner, Madonna, dan si Inul.
Most of all alias di atas itu semua, kita sebagai orang yang beriman punya Allah yang Mahamemiliki seluruh langit dan bumi. Allah itu Mahakaya jadi jangan pernah takut miskin dan gagal. Jangan pernah takut mencoba karena backing kita adalah Yang Mahasegalanya.
Kamu yang ingin jadi ilmuwan bertakwa selevel Ibnu Sina yang ahli kedokteran plus juga hafizh Qur’an, atau kamu yang ingin jadi pengusaha muslim sukses, ingin jadi penulis hebat nyaingin JK Rowling, jadi ahli computer melebihi Bill Gates, semua itu pasti bisa kamu capai, insya Allah. Intinya bersungguh-sungguhlah kamu mulai sekarang, detik ini untuk meraih semua cita-citamu yang mulia itu. Dengan izin Allah, tak ada yang tak mungkin dalam kehidupan kaum mukminin itu. So, berjuang mulai sekarang ya. Yihaa….bismillah, dengan kekuatan usaha dan doa, Man Jadda Wajada pasti bisa terwujud. Selamat meraih cita-citamu yah ^_^
Sabar dan kesuksesan
Ada satu pertanyaan yang selalu mengusik banyak orang, yaitu apa kunci kesuksesan itu...? banyak orang merenung untuk mencari jawaban atas pertanyaan tersebut, sebagian ada yang mendapatkan jawaban dan banyak pula yang gagal untuk mendapatkannya. Mana ada orang yang tidak ingin sukses atau berhasil? Baik dalam kehidupannya di dunia maupun di akhirat, kecuali orang tersebut memang sudah berniat dan berusaha mencari kegagalan bagi dirinya.
Banyak buku-buku yang membicarakan kiat-kiat untuk mendapatkan kesuksesan, baik yang ditulis oleh orang-orang Barat atau oleh orang-orang Arab, muslim atau non muslim, kalau kita mau menelitinya, akan nampak bahwasanya yang namanya kesuksesan itu selalu diawali dengan kerja keras terlebih terdahulu. Jarang –kalau tidak ingin dikatakan tidak ada– orang-orang yang sukses di dunia ini mendapatkan kesuksesannya dengan hanya bersantai-santai, berleha-leha. Patut untuk direnungi pula bahwasaya untuk mendapatkan kebatilan saja orang harus berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya.
Seorang manager terkenal pernah bercerita, bahwa dia dahulu hanyalah seorang tukang cuci piring disebuah restoran, ia tidak pernah mengenyam bangku pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Tapi karena kegigihan dan usaha yang keras dan tidak tanggung-tanggung, yang tadinya hanya seorang tukang cuci piring bisa menjadi manager terkenal.
Seorang yang bisa mendapatkan gelar doktor terkenal, tidak mungkin dicapai hanya dengan bersantai-santai saja, atau ketika masih manjadi seorang siswa hanya tidur-tiduran saja kerjanya. Juga tidak mungkin ia dapati gelar doktor dalam tempo yang singkat, setahun atau dua tahun.
Seorang pencuri ulung atau seorang preman terkenal dan menjadi boss di suatu daerah. Apakah ia dapati dengan sebegitu mudah kedudukannya atau gelar tersebut, tentu tidak. Dia harus mempersiapkan secara matang, bagaimana cara untuk menghadapi lawan saingannya, minimal ia harus menggali ilmu-ilmu atau keahlian yang tidak atau jarang dimiliki oleh oleh orang lain, seperti cara merampok yang aman dan sukses. Tak jarang orang model begini memiliki ilmu-ilmu yang mendukung usahanya, entah itu tenaga dalamnya agar tak mempan dibacok atau tak mempan ditembak peluru asal jangan roket aja. Semua kemampuan yang ia miliki tidak mungkin didapati dengan sebegitu mudah dan dalam tempo yang singkat. Singkat kata, dibutuhkan usaha keras dan keuletan hingga mencapai gelar yang diinginkan.
Sebagai seorang da’i, agar sukses dakwah yang diembangnya, tentu memerlukan usaha maksimal yang terus-menerus dan berkesinambungan. Seorang da’i akan selalu menemui halangan serta rintangan yang menghadang jalan dakwahnya.
Mempertahankan suatu idealisme bukanlah suatu hal yang mudah dan sederhana. Bersamaan dengan berjalannya waktu idealisme yang kita miliki akan terkikis habis hingga menjadi punah, apalagi jika kita memiliki menta-mental tempe.
Dari sekian banyak kiat untuk mencapi kesuksesan tersebut, adalah kesabaran dan keuletan kerja. Dari kesabaran akan melahirkan berbagai kekuatan dan kemampuan tersembunyi yang kita miliki tanpa kita sadari.
Nilai dari sabar menurut pengertian pakar ahli keksuksesan sekuler (non Islam) sangat berlainan sekali dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam ajaran Islam, terutama tujuan yang ingin dicapai dan metode pencapaian tujuan tersebut. Kesuksesan yang ingin dicapai ajaran non Islam hanya berkaitan dengan tujuan keduniawian dan materi semata, dalam arti kata kesabaran yang mereka laksanakan demi hal-hal yang duniawi sifatnya dan materialistik. Kesabaran yang mereka lakukan hanya untuk mengeruk penghasilan atau laba yang sebanyak-banyaknya, seseorang akan bersabar karena bertujuan mendapatkan jabatan yang tinggi atau mempertahankan jabatan yang dipegangnya.
Lain halnya dengan ajaran Islam, Islam menginginkan kesuksesan dunia akhirat, juga kesuksasan yang dicapai tidak saja untuk meraih hal-hal yang bersifat materi saja, tapi juga yang non materi. Seorang muslim melakukan kesabaran selalu demi mencapai keridhoan-Nya dan demi tujuan dunia akhirat. Allah berfirman dalam ayat-Nya:
"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu sukses" (Q.S Ali Imran:200)
Kesabaran memang sudah menjadi tabiat seorang mukmin sejati. Rosulullah pernah bersabda
"Sangat mengagumkan kondisi orang mukmin, sebab segala keadaannya untuk dia sangat baik dan tidak mungkin terjadi yang demikian kecuali bagi seorang mukmin:jika mendapat nikmat ia bersyukur, maka syukurnya itu lebih baik baginya dan jikalau menderita kesusahan ia bersabar dan sabar itu lebih baik baginya". (H.R Muslim)
Seorang mukmin memiliki sifat sabar karena dia sadar bahwa sudah menjadi sunatullah, kehidupan dunia ini penuh dengan perjuangan dan pasti akan menemui rintangan dan cobaan, seorang mukmin akan sadar bahwa semua ujian dan rintangan yang ditemuinya berasal dari Allah dan segala sesuatunya itu kelak akan kembali kepada-Nya, seorang mukminm juga akan yakin dengan kesabarannya itu akan memperoleh ganjaran di akhirat kelak. Itulah sebenarnya keberhasilan dan kesuksesan bagi seorang mukmin. Dalam surat Al-Baqarah:ayat 155-156, Allah berfirman yang artinya:
"Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kekurangan harta jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira pada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ‘innalillahi wa inna ilaihi roji’un’." (Q.S. Al-Baqarah:155-156)
Memang sudah menjadi sunatullah bahwa kita harus berjuang dan sudah menjadi sunatullah juga bahwa setiap perjuangan itu akan menghadapi cobaan. Dan cobaan ini akan menjadi suatu ujian yang akan menentukan suatu keberhasilan dan kesuksesan seorang mukmin. Allah berfirman,"
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta goncangan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkata Rosulullah SAW dan orang-orang yang beriman bersamanya,’bilakah datangnya pertolongan dari Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat." (Q.S Al-Baqorah:214)
Dalam ayat lain Allah berfirman,
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar." (Q.S. 3:142)
Kisah orang-orang terdahulu bisa menjadi contoh pelajaran bagi kita bagaimana perjuangan mereka dalam menghadapi cobaan dan apa keberhasilan yang mereka peroleh. Kisah ashabul ukhdud dapat menjadi pelajaran bagi kita, karena kesabaran mereka memegang prinsip dan keyakinan yaitu beriman kepada Allah Yang Maha Esa. Mereka di coba akhirnya mereka dimasukkan kedalam api yang berkobar, sehingga ada riwayat yang menceritakan bahwa seorang ibu tidak tega melihat anaknya yang masih bayi untuk ikut masuk kedalam api, lalu terjadi suatu keajaiban, dimana anaknya yang bayi tersebut dapat bicara dengan mengatakan,
"Wahai ibu bersabarlah sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran (al-haq)."
Kisah kehidupan Nabi merupakan contoh tauladan bagi kita, bagaimana ujian yang Nabi dan para sahabatnya hadapi diawal kemunculan Islam. cacian, celaan, tekanan, siksaan yang diterima para sahabat, sehingga Nabi perintahkan untuk berhijrah ke negeri Habsyah. Namun ujian dan cobaan tidak berhenti sampai disitu, ketika Nabi pergi ke Thaif untuk berdakwah, bukan sambutan yang di terima, malah lemparan batu dan kotoran, sehingga tanggal gigi Nabi. Masih banyak lagi cobaan-cobaan yang para sahabat hadapi, kalau bukan karena kesabaran dan ketabahan yang mereka miliki, tidak mungkin kemenangan dan kejayaan akan mereka peroleh. Itulah keberhasilan dan kesuksesan generasi pertama yang dididik langsung dimadrasah kenabian.
Ada dua hasil yang akan kita rasakan bagi diri kita, jika kesabaran itu sudah menjadi milik kita. Hasil yang akan kita rasakan dalam kehidupan dunia dan hasil yang akan kita peroleh diakhirat kelak. Dalam kehidupan di dunia, minimal kita kan memiliki perasaan ridha rela, memiliki ketenangan, perasaan bahagia, apalagi Allah telah menjajikan bahwa Allah akan menyertai orang-orang yang sabar. Kemudian dengan kesabaran dan ketabahan yang kita miliki, maka kemenangan, kemuliaan dan kebaikan akan terwujud bagi diri kita. Adapun buah (hasil) yang akan kita rasakan diakhirat kelak adalah kenikmatan yang tiada taranya yaitu kehidupan surga yang abadi. Wallahu a’lam bish hawab.
JUJUR KIAT MENUJU SELAMAT
Jujur adalah sebuah ungkapan yang acap kali kita dengar dan menjadi pembicaraan. Akan tetapi bisa jadi pembicaraan tersebut hanya mencakup sisi luarnya saja dan belum menyentuh pembahasan inti dari makna jujur itu sendiri. Apalagi perkara kejujuran merupakan perkara yang berkaitan dengan banyak masalah keislaman, baik itu akidah, akhlak ataupun muamalah; di mana yang terakhir ini memiliki banyak cabang, seperti perkara jual-beli, utang-piutang, sumpah, dan sebagainya.
Jujur merupakan sifat yang terpuji. Allah menyanjung orang-orang yang mempunyai sifat jujur dan menjanjikan balasan yang berlimpah untuk mereka. Termasuk dalam jujur adalah jujur kepada Allah, jujur dengan sesama dan jujur kepada diri sendiri. Sebagaimana yang terdapat dalam hadits yang shahih bahwa Nabi bersabda,
“Senantiasalah kalian jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa kepada surga. Seseorang yang senantiasa jujur dan berusaha untuk selalu jujur, akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang yang selalu jujur. Dan jauhilah kedustaan karena kedustaan itu membawa kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan membawa ke neraka. Seseorang yang senantiasa berdusta dan selalu berdusta, hingga akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta.”
Definisi Jujur
Jujur bermakna keselarasan antara berita dengan kenyataan yang ada. Jadi, kalau suatu berita sesuai dengan keadaan yang ada, maka dikatakan benar/jujur, tetapi kalau tidak, maka dikatakan dusta. Kejujuran itu ada pada ucapan, juga ada pada perbuatan, sebagaimana seorang yang melakukan suatu perbuatan, tentu sesuai dengan yang ada pada batinnya. Seorang yang berbuat riya’ tidaklah dikatakan sebagai seorang yang jujur karena dia telah menampakkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang dia sembunyikan (di dalam batinnya). Demikian juga seorang munafik tidaklah dikatakan sebagai seorang yang jujur karena dia menampakkan dirinya sebagai seorang yang bertauhid, padahal sebaliknya. Hal yang sama berlaku juga pada pelaku bid’ah; secara lahiriah tampak sebagai seorang pengikut Nabi, tetapi hakikatnya dia menyelisihi beliau. Yang jelas, kejujuran merupakan sifat seorang yang beriman, sedangkan lawannya, dusta, merupakan sifat orang yang munafik.
Imam Ibnul Qayyim berkata, “Iman asasnya adalah kejujuran (kebenaran) dan nifaq asasnya adalah kedustaan. Maka, tidak akan pernah bertemu antara kedustaan dan keimanan melainkan akan saling bertentangan satu sama lain. Allah mengabarkan bahwa tidak ada yang bermanfaat bagi seorang hamba dan yang mampu menyelamatkannya dari azab, kecuali kejujurannya (kebenarannya). Allah berfirman,
“Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka.” (Q.S. al-Maidah:119)
“Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. az-Zumar:33)
Keutamaan Jujur
Nabi menganjurkan umatnya untuk selalu jujur karena kejujuran merupakan mukadimah akhlak mulia yang akan mengarahkan pemiliknya kepada akhlak tersebut, sebagaimana dijelaskan oleh Nabi,
“Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebajikan.”
Kebajikan adalah segala sesuatu yang meliputi makna kebaikan, ketaatan kepada Allah, dan berbuat bajik kepada sesama.
Sifat jujur merupakan alamat keislaman, timbangan keimanan, dasar agama, dan juga tanda kesempurnaan bagi si pemilik sifat tersebut. Baginya kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat. Dengan kejujurannya, seorang hamba akan mencapai derajat orang-orang yang mulia dan selamat dari segala keburukan.
Kejujuran senantiasa mendatangkan berkah, sebagaimana disitir dalam hadist yang diriwayatkan dari Hakim bin Hizam dari Nabi, beliau bersabda,
“Penjual dan pembeli diberi kesempatan berfikir selagi mereka belum berpisah. Seandainya mereka jujur serta membuat penjelasan mengenai barang yang diperjualbelikan, mereka akan mendapat berkah dalam jual beli mereka. Sebaliknya, jika mereka menipu dan merahasiakan mengenai apa-apa yang harus diterangkan tentang barang yang diperjualbelikan, maka akan terhapus keberkahannya.”
Dalam kehidupan sehari-hari –dan ini merupakan bukti yang nyata– kita dapati seorang yang jujur dalam bermuamalah dengan orang lain, rezekinya lancar-lancar saja, orang lain berlomba-lomba datang untuk bermuamalah dengannya, karena merasa tenang bersamanya dan ikut mendapatkan kemulian dan nama yang baik. Dengan begitu sempurnalah baginya kebahagian dunia dan akherat.
Tidaklah kita dapati seorang yang jujur, melainkan orang lain senang dengannya, memujinya. Baik teman maupun lawan merasa tentram dengannya. Berbeda dengan pendusta. Temannya sendiripun tidak merasa aman, apalagi musuh atau lawannya. Alangkah indahnya ucapan seorang yang jujur, dan alangkah buruknya perkataan seorang pendusta.
Orang yang jujur diberi amanah baik berupa harta, hak-hak dan juga rahasia-rahasia. Kalau kemudian melakukan kesalahan atau kekeliruan, kejujurannya –dengan izin Allah- akan dapat menyelamatkannya. Sementara pendusta, sebiji sawipun tidak akan dipercaya. Jikapun terkadang diharapkan kejujurannya itupun tidak mendatangkan ketenangan dan kepercayaan. Dengan kejujuran maka sah-lah perjanjian dan tenanglah hati. Barang siapa jujur dalam berbicara, menjawab, memerintah (kepada yang ma’ruh), melarang (dari yang mungkar), membaca, berdzikir, memberi, mengambil, maka ia disisi Allah dan sekalian manusia dikatakan sebagai orang yang jujur, dicintai, dihormati dan dipercaya. Kesaksiaannya merupakan kebenaran, hukumnya adil, muamalahnya mendatangkan manfaat, majlisnya memberikan barakah karena jauh dari riya’ mencari nama. Tidak berharap dengan perbuatannya melainkan kepada Allah, baik dalam salatnya, zakatnya, puasanya, hajinya, diamnya, dan pembicaraannya semuanya hanya untuk Allah semata, tidak menghendaki dengan kebaikannya tipu daya ataupun khiyanat. Tidak menuntut balasan ataupun rasa terima kasih kecuali kepada Allah. Menyampaikan kebenaran walaupun pahit dan tidak mempedulikan celaan para pencela dalam kejujurannya. Dan tidaklah seseorang bergaul dengannya melainkan merasa aman dan percaya pada dirinya, terhadap hartanya dan keluarganya. Maka dia adalah penjaga amanah bagi orang yang masih hidup, pemegang wasiat bagi orang yang sudah meninggal dan sebagai pemelihara harta simpanan yang akan ditunaikan kepada orang yang berhak.
Seorang yang beriman dan jujur, tidak berdusta dan tidak mengucapkan kecuali kebaikan. Berapa banyak ayat dan hadist yang menganjurkan untuk jujur dan benar, sebagaimana firman-firman Allah yang berikut.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (Q.S. at-Taubah:119)
“Allah berfirman, ‘Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar.’” (Q.S. al-Maidah:119)
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya).” (Q.S. al-Ahzab:23)
“Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” (Q.S. Muhammad:21)
Nabi bersabda,
“Tinggalkan apa yang meragukanmu kepada yang tidak meragukanmu, sesungguhnya kejujuran, (mendatangkan) ketenangan dan kebohongan, (mendatangkan) keraguan.”
Macam-Macam Kejujuran
Jujur dalam niat dan kehendak. Ini kembali kepada keikhlasan. Kalau suatu amal tercampuri dengan kepentingan dunia, maka akan merusakkan kejujuran niat, dan pelakunya bisa dikatakan sebagai pendusta, sebagaimana kisah tiga orang yang dihadapkan kepada Allah, yaitu seorang mujahid, seorang qari’, dan seorang dermawan. Allah menilai ketiganya telah berdusta, bukan pada perbuatan mereka tetapi pada niat dan maksud mereka.
Jujur dalam ucapan. Wajib bagi seorang hamba menjaga lisannya, tidak berkata kecuali dengan benar dan jujur. Benar/jujur dalam ucapan merupakan jenis kejujuran yang paling tampak dan terang di antara macam-macam kejujuran.
Jujur dalam tekad dan memenuhi janji. Contohnya seperti ucapan seseorang, “Jikalau Allah memberikan kepadaku harta, aku akan membelanjakan semuanya di jalan Allah.” Maka yang seperti ini adalah tekad. Terkadang benar, tetapi adakalanya juga ragu-ragu atau dusta. Hal ini sebagaimana firman Allah:
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya).” (Q.S. al-Ahzab:23)
Dalam ayat yang lain, Allah berfirman,
“Dan di antara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah, ‘Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh.’ Maka, setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).” (Q.S. at-Taubah:75-76)
Jujur dalam perbuatan, yaitu seimbang antara lahiriah dan batin, hingga tidaklah berbeda antara amal lahir dengan amal batin, sebagaimana dikatakan oleh Mutharrif, “Jika sama antara batin seorang hamba dengan lahiriahnya, maka Allah akan berfirman, ‘Inilah hambaku yang benar/jujur’”.
Jujur dalam kedudukan agama. Ini adalah kedudukan yang paling tinggi, sebagaimana jujur dalam rasa takut dan pengharapan, dalam rasa cinta dan tawakkal. Perkara-perkara ini mempunyai landasan yang kuat, dan akan tampak kalau dipahami hakikat dan tujuannya. Kalau seseorang menjadi sempurna dengan kejujurannya maka akan dikatakan orang ini adalah benar dan jujur, sebagaimana firman Allah,
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” (Q.S. al-Hujurat:15)
Realisasi perkara-perkara ini membutuhkan kerja keras. Tidak mungkin seseorang manggapai kedudukan ini hingga dia memahami hakikatnya secara sempurna. Setiap kedudukan (kondisi) mempunyai keadaannya sendiri-sendiri. Ada kalanya lemah, ada kalanya pula menjadi kuat. Pada waktu kuat, maka dikatakan sebagai seorang yang jujur. Dan jujur pada setiap kedudukan (kondisi) sangatlah berat. Terkadang pada kondisi tertentu dia jujur, tetapi di tempat lainnya sebaliknya. Salah satu tanda kejujuran adalah menyembunyikan ketaatan dan kesusahan, dan tidak senang orang lain mengetahuinya.
Khatimah
Orang yang selalu berbuat kebenaran dan kejujuran, niscaya ucapan, perbuatan, dan keadaannya selalu menunjukkan hal tersebut. Allah telah memerintahkan Nabi untuk memohon kepada-Nya agar menjadikan setiap langkahnya berada di atas kebenaran sebagaimana firman Allah,
“Dan katakanlah (wahai Muhammad), ‘Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong.” (Q.S. al-Isra’:80)
Allah juga mengabarkan tentang Nabi Ibrahim yang memohon kepada-Nya untuk dijadikan buah tutur yang baik.
“Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian.” (Q.S. asy-Syu‘ara’:84)
Hakikat kejujuran dalam hal ini adalah hak yang telah tertetapkan, dan terhubung kepada Allah. Ia akan sampai kepada-Nya, sehingga balasannya akan didapatkan di dunia dan akhirat. Allah telah menjelaskan tentang orang-orang yang berbuat kebajikan, dan memuji mereka atas apa yang telah diperbuat, baik berupa keimanan, sedekah ataupun kesabaran. Bahwa mereka itu adalah orang-orang jujur dan benar. Allah berfirman,
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintai kepada karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila dia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. al-Baqarah:177)
Di sini dijelaskan dengan terang bahwa kebenaran itu tampak dalam amal lahiriah dan ini merupakan kedudukan dalam Islam dan Iman. Kejujuran serta keikhlasan keduanya merupakan realisasi dari keislaman dan keamanan. Orang yang menampakkan keislaman pada dhahir (penampilannya) terbagi menjadi dua: mukmin (orang yang beriman) dan munafik (orang munafik). Yang membedakan diantara keduanya adalah kejujuran dan kebenaran atas keyakinannya. Oleh sebab itu, Allah menyebut hakekat keimanan dan mensifatinya dengan kebenaran dan kejujuran, sebagaimana firman Allah :
“(Juga) bagi para fuqara yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan (Nya) dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (Q.S. al-Hasyr:8)
Lawan dari jujur adalah dusta. Dan dusta termasuk dosa besar, sebagaimana firman Allah,
“Kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.” (Q.S. Ali Imran:61)
Dusta merupakan tanda dari kemunafikan sebagaimana yang disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda,
“Tanda-tanda orang munafik ada tiga perkara, yaitu apabila berbicara dia dusta, apabila berjanji dia mungkiri dan apabila diberi amanah dia mengkhianati.” (HR Bukhari, Kitab-Iman : 32).
Kedustaan akan mengantarkan kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan akan menjerumuskan ke dalam neraka. Bahaya kedustaan sangatlah besar, dan siksa yang diakibatkannya amatlah dahsyat, maka wajib bagi kita untuk selalu jujur dalam ucapan, perbuatan, dan muamalah kita. Dengan demikian jika kita senantiasa menjauhi kedustaan, niscaya kita akan mendapatkan pahala sebagai orang-orang yang jujur dan selamat dari siksa para pendusta. Waallahu A’lam.
“Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir? Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa. Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik, agar Allah akan menutupi (mengampuni) bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S.az-Zumar:32-35)
Diambil dari majalah Fatawa
Referensi:
1. Makarimul-akhlaq, karya Syakhul-Islam Ibn Taimiyah ; cet. Ke-1. 1313 ; Dar- alkhair, Bairut, Libanon.
2. Mukhtashar Minhajul-Qashidin, karya Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisy, Maktabah Dar Al-Bayan, Damsiq, Suria.
3. Mukhtarat min Al-Khutab Al-Mimbariah, karya Syaikh Shalih ibn Fauzan ; cet. Ke – 1, Jam’iayah Ihya’ At-Turats Al-Islamy.
4. Syarh Riyadhus As-Shalihin, karya Syaikh Mahammad ibn Shalih Al-Utsaimin ; cet – 1 ; Dar- Wathan, Riyadh, KSA.
Rumus Man Jadda Wajada ini selaras dengan Maha Pengasih-nya Allah yang memberi rezeki kepada semua makhluk tidak peduli ia kafir atau beriman. Ambil sebagai contoh Bill Gates. Meskipun kafir, tapi ia bersungguh-sungguh di bidang computer sehingga jadilah ia orang yang kaya raya dari bisnis computer sebagai penemu Microsoft. Lalu ada juga Hugh Hefner pendiri majalah porno Playboy, Madonna yang artis seronok, JK Rowling si pengarang Harry Potter, Oprah Winfrey si pembawa acara terkenal dan masih banyak lagi yang lainnya sukses karena mereka bersungguh-sungguh di bidangnya.
Itu sebagian nama dari orang sukses di luar negeri. Dari dalam negeri mulai dari Inul dengan goyang ngebornya, Trio Macan yang erotis, Tukul Arwana, hingga Ustadz Yusuf Mansur dengan konsep sodaqohnya, Jefrey Al-Bukhori, Aa’ Gym, dll adalah sedikit nama yang telah mendulang keberhasilan di dunianya masing-masing.
Ya, memang tidak semua keberhasilan mereka patut ditiru. Sebagian mereka hanya mengejar keberhasilan di dunia tapi menginjak-injak moral.
See, ternyata semua bisa sukses tanpa memandang apakah itu aktivitas haram semisal goyang ngebor dan mendirikan majalah porno, ataukah aktivitas kebaikan semisal menjadi dai tersohor. Di sini berlaku hukum alam atau sunnatullah bahwa siapa pun yang berusaha maksimal maka ia akan menuai hasilnya. Halal dan haram itu tergantung pilihan manusianya. Pilihan ini mengandung resiko masing-masing yang itu semua ada pertanggungjawabannya di hadapan Allah kelak.
Nah, orang kafir saja bisa mendulang sukses bila dia berusaha sungguh-sungguh, apalagi kita sebagai orang yang beriman, tentunya harus lebih baik lagi donk. Usaha yang kita lakukan bukan melulu usaha yang mengejar kesuksesan dunia saja sebagaimana orang kafir itu. Usaha orang yang beriman itu orientasinya melesat hingga jauh ke depan yaitu sebagai bekal di akhirat kelak. Jadi ikhtiar atau usahanya harus jauh lebih maksimal daripada orang-orang kafir itu. Tambahan lagi, bidang yang digeluti oleh orang-orang beriman sudah pasti bidang yang halal bukan bidang maksiat sebagaimana yang dilakukan Om Hugh Hafner, Madonna, dan si Inul.
Most of all alias di atas itu semua, kita sebagai orang yang beriman punya Allah yang Mahamemiliki seluruh langit dan bumi. Allah itu Mahakaya jadi jangan pernah takut miskin dan gagal. Jangan pernah takut mencoba karena backing kita adalah Yang Mahasegalanya.
Kamu yang ingin jadi ilmuwan bertakwa selevel Ibnu Sina yang ahli kedokteran plus juga hafizh Qur’an, atau kamu yang ingin jadi pengusaha muslim sukses, ingin jadi penulis hebat nyaingin JK Rowling, jadi ahli computer melebihi Bill Gates, semua itu pasti bisa kamu capai, insya Allah. Intinya bersungguh-sungguhlah kamu mulai sekarang, detik ini untuk meraih semua cita-citamu yang mulia itu. Dengan izin Allah, tak ada yang tak mungkin dalam kehidupan kaum mukminin itu. So, berjuang mulai sekarang ya. Yihaa….bismillah, dengan kekuatan usaha dan doa, Man Jadda Wajada pasti bisa terwujud. Selamat meraih cita-citamu yah ^_^
Sabar dan kesuksesan
Ada satu pertanyaan yang selalu mengusik banyak orang, yaitu apa kunci kesuksesan itu...? banyak orang merenung untuk mencari jawaban atas pertanyaan tersebut, sebagian ada yang mendapatkan jawaban dan banyak pula yang gagal untuk mendapatkannya. Mana ada orang yang tidak ingin sukses atau berhasil? Baik dalam kehidupannya di dunia maupun di akhirat, kecuali orang tersebut memang sudah berniat dan berusaha mencari kegagalan bagi dirinya.
Banyak buku-buku yang membicarakan kiat-kiat untuk mendapatkan kesuksesan, baik yang ditulis oleh orang-orang Barat atau oleh orang-orang Arab, muslim atau non muslim, kalau kita mau menelitinya, akan nampak bahwasanya yang namanya kesuksesan itu selalu diawali dengan kerja keras terlebih terdahulu. Jarang –kalau tidak ingin dikatakan tidak ada– orang-orang yang sukses di dunia ini mendapatkan kesuksesannya dengan hanya bersantai-santai, berleha-leha. Patut untuk direnungi pula bahwasaya untuk mendapatkan kebatilan saja orang harus berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya.
Seorang manager terkenal pernah bercerita, bahwa dia dahulu hanyalah seorang tukang cuci piring disebuah restoran, ia tidak pernah mengenyam bangku pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Tapi karena kegigihan dan usaha yang keras dan tidak tanggung-tanggung, yang tadinya hanya seorang tukang cuci piring bisa menjadi manager terkenal.
Seorang yang bisa mendapatkan gelar doktor terkenal, tidak mungkin dicapai hanya dengan bersantai-santai saja, atau ketika masih manjadi seorang siswa hanya tidur-tiduran saja kerjanya. Juga tidak mungkin ia dapati gelar doktor dalam tempo yang singkat, setahun atau dua tahun.
Seorang pencuri ulung atau seorang preman terkenal dan menjadi boss di suatu daerah. Apakah ia dapati dengan sebegitu mudah kedudukannya atau gelar tersebut, tentu tidak. Dia harus mempersiapkan secara matang, bagaimana cara untuk menghadapi lawan saingannya, minimal ia harus menggali ilmu-ilmu atau keahlian yang tidak atau jarang dimiliki oleh oleh orang lain, seperti cara merampok yang aman dan sukses. Tak jarang orang model begini memiliki ilmu-ilmu yang mendukung usahanya, entah itu tenaga dalamnya agar tak mempan dibacok atau tak mempan ditembak peluru asal jangan roket aja. Semua kemampuan yang ia miliki tidak mungkin didapati dengan sebegitu mudah dan dalam tempo yang singkat. Singkat kata, dibutuhkan usaha keras dan keuletan hingga mencapai gelar yang diinginkan.
Sebagai seorang da’i, agar sukses dakwah yang diembangnya, tentu memerlukan usaha maksimal yang terus-menerus dan berkesinambungan. Seorang da’i akan selalu menemui halangan serta rintangan yang menghadang jalan dakwahnya.
Mempertahankan suatu idealisme bukanlah suatu hal yang mudah dan sederhana. Bersamaan dengan berjalannya waktu idealisme yang kita miliki akan terkikis habis hingga menjadi punah, apalagi jika kita memiliki menta-mental tempe.
Dari sekian banyak kiat untuk mencapi kesuksesan tersebut, adalah kesabaran dan keuletan kerja. Dari kesabaran akan melahirkan berbagai kekuatan dan kemampuan tersembunyi yang kita miliki tanpa kita sadari.
Nilai dari sabar menurut pengertian pakar ahli keksuksesan sekuler (non Islam) sangat berlainan sekali dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam ajaran Islam, terutama tujuan yang ingin dicapai dan metode pencapaian tujuan tersebut. Kesuksesan yang ingin dicapai ajaran non Islam hanya berkaitan dengan tujuan keduniawian dan materi semata, dalam arti kata kesabaran yang mereka laksanakan demi hal-hal yang duniawi sifatnya dan materialistik. Kesabaran yang mereka lakukan hanya untuk mengeruk penghasilan atau laba yang sebanyak-banyaknya, seseorang akan bersabar karena bertujuan mendapatkan jabatan yang tinggi atau mempertahankan jabatan yang dipegangnya.
Lain halnya dengan ajaran Islam, Islam menginginkan kesuksesan dunia akhirat, juga kesuksasan yang dicapai tidak saja untuk meraih hal-hal yang bersifat materi saja, tapi juga yang non materi. Seorang muslim melakukan kesabaran selalu demi mencapai keridhoan-Nya dan demi tujuan dunia akhirat. Allah berfirman dalam ayat-Nya:
"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu sukses" (Q.S Ali Imran:200)
Kesabaran memang sudah menjadi tabiat seorang mukmin sejati. Rosulullah pernah bersabda
"Sangat mengagumkan kondisi orang mukmin, sebab segala keadaannya untuk dia sangat baik dan tidak mungkin terjadi yang demikian kecuali bagi seorang mukmin:jika mendapat nikmat ia bersyukur, maka syukurnya itu lebih baik baginya dan jikalau menderita kesusahan ia bersabar dan sabar itu lebih baik baginya". (H.R Muslim)
Seorang mukmin memiliki sifat sabar karena dia sadar bahwa sudah menjadi sunatullah, kehidupan dunia ini penuh dengan perjuangan dan pasti akan menemui rintangan dan cobaan, seorang mukmin akan sadar bahwa semua ujian dan rintangan yang ditemuinya berasal dari Allah dan segala sesuatunya itu kelak akan kembali kepada-Nya, seorang mukminm juga akan yakin dengan kesabarannya itu akan memperoleh ganjaran di akhirat kelak. Itulah sebenarnya keberhasilan dan kesuksesan bagi seorang mukmin. Dalam surat Al-Baqarah:ayat 155-156, Allah berfirman yang artinya:
"Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kekurangan harta jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira pada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ‘innalillahi wa inna ilaihi roji’un’." (Q.S. Al-Baqarah:155-156)
Memang sudah menjadi sunatullah bahwa kita harus berjuang dan sudah menjadi sunatullah juga bahwa setiap perjuangan itu akan menghadapi cobaan. Dan cobaan ini akan menjadi suatu ujian yang akan menentukan suatu keberhasilan dan kesuksesan seorang mukmin. Allah berfirman,"
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta goncangan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkata Rosulullah SAW dan orang-orang yang beriman bersamanya,’bilakah datangnya pertolongan dari Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat." (Q.S Al-Baqorah:214)
Dalam ayat lain Allah berfirman,
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar." (Q.S. 3:142)
Kisah orang-orang terdahulu bisa menjadi contoh pelajaran bagi kita bagaimana perjuangan mereka dalam menghadapi cobaan dan apa keberhasilan yang mereka peroleh. Kisah ashabul ukhdud dapat menjadi pelajaran bagi kita, karena kesabaran mereka memegang prinsip dan keyakinan yaitu beriman kepada Allah Yang Maha Esa. Mereka di coba akhirnya mereka dimasukkan kedalam api yang berkobar, sehingga ada riwayat yang menceritakan bahwa seorang ibu tidak tega melihat anaknya yang masih bayi untuk ikut masuk kedalam api, lalu terjadi suatu keajaiban, dimana anaknya yang bayi tersebut dapat bicara dengan mengatakan,
"Wahai ibu bersabarlah sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran (al-haq)."
Kisah kehidupan Nabi merupakan contoh tauladan bagi kita, bagaimana ujian yang Nabi dan para sahabatnya hadapi diawal kemunculan Islam. cacian, celaan, tekanan, siksaan yang diterima para sahabat, sehingga Nabi perintahkan untuk berhijrah ke negeri Habsyah. Namun ujian dan cobaan tidak berhenti sampai disitu, ketika Nabi pergi ke Thaif untuk berdakwah, bukan sambutan yang di terima, malah lemparan batu dan kotoran, sehingga tanggal gigi Nabi. Masih banyak lagi cobaan-cobaan yang para sahabat hadapi, kalau bukan karena kesabaran dan ketabahan yang mereka miliki, tidak mungkin kemenangan dan kejayaan akan mereka peroleh. Itulah keberhasilan dan kesuksesan generasi pertama yang dididik langsung dimadrasah kenabian.
Ada dua hasil yang akan kita rasakan bagi diri kita, jika kesabaran itu sudah menjadi milik kita. Hasil yang akan kita rasakan dalam kehidupan dunia dan hasil yang akan kita peroleh diakhirat kelak. Dalam kehidupan di dunia, minimal kita kan memiliki perasaan ridha rela, memiliki ketenangan, perasaan bahagia, apalagi Allah telah menjajikan bahwa Allah akan menyertai orang-orang yang sabar. Kemudian dengan kesabaran dan ketabahan yang kita miliki, maka kemenangan, kemuliaan dan kebaikan akan terwujud bagi diri kita. Adapun buah (hasil) yang akan kita rasakan diakhirat kelak adalah kenikmatan yang tiada taranya yaitu kehidupan surga yang abadi. Wallahu a’lam bish hawab.
JUJUR KIAT MENUJU SELAMAT
Jujur adalah sebuah ungkapan yang acap kali kita dengar dan menjadi pembicaraan. Akan tetapi bisa jadi pembicaraan tersebut hanya mencakup sisi luarnya saja dan belum menyentuh pembahasan inti dari makna jujur itu sendiri. Apalagi perkara kejujuran merupakan perkara yang berkaitan dengan banyak masalah keislaman, baik itu akidah, akhlak ataupun muamalah; di mana yang terakhir ini memiliki banyak cabang, seperti perkara jual-beli, utang-piutang, sumpah, dan sebagainya.
Jujur merupakan sifat yang terpuji. Allah menyanjung orang-orang yang mempunyai sifat jujur dan menjanjikan balasan yang berlimpah untuk mereka. Termasuk dalam jujur adalah jujur kepada Allah, jujur dengan sesama dan jujur kepada diri sendiri. Sebagaimana yang terdapat dalam hadits yang shahih bahwa Nabi bersabda,
“Senantiasalah kalian jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa kepada surga. Seseorang yang senantiasa jujur dan berusaha untuk selalu jujur, akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang yang selalu jujur. Dan jauhilah kedustaan karena kedustaan itu membawa kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan membawa ke neraka. Seseorang yang senantiasa berdusta dan selalu berdusta, hingga akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta.”
Definisi Jujur
Jujur bermakna keselarasan antara berita dengan kenyataan yang ada. Jadi, kalau suatu berita sesuai dengan keadaan yang ada, maka dikatakan benar/jujur, tetapi kalau tidak, maka dikatakan dusta. Kejujuran itu ada pada ucapan, juga ada pada perbuatan, sebagaimana seorang yang melakukan suatu perbuatan, tentu sesuai dengan yang ada pada batinnya. Seorang yang berbuat riya’ tidaklah dikatakan sebagai seorang yang jujur karena dia telah menampakkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang dia sembunyikan (di dalam batinnya). Demikian juga seorang munafik tidaklah dikatakan sebagai seorang yang jujur karena dia menampakkan dirinya sebagai seorang yang bertauhid, padahal sebaliknya. Hal yang sama berlaku juga pada pelaku bid’ah; secara lahiriah tampak sebagai seorang pengikut Nabi, tetapi hakikatnya dia menyelisihi beliau. Yang jelas, kejujuran merupakan sifat seorang yang beriman, sedangkan lawannya, dusta, merupakan sifat orang yang munafik.
Imam Ibnul Qayyim berkata, “Iman asasnya adalah kejujuran (kebenaran) dan nifaq asasnya adalah kedustaan. Maka, tidak akan pernah bertemu antara kedustaan dan keimanan melainkan akan saling bertentangan satu sama lain. Allah mengabarkan bahwa tidak ada yang bermanfaat bagi seorang hamba dan yang mampu menyelamatkannya dari azab, kecuali kejujurannya (kebenarannya). Allah berfirman,
“Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka.” (Q.S. al-Maidah:119)
“Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. az-Zumar:33)
Keutamaan Jujur
Nabi menganjurkan umatnya untuk selalu jujur karena kejujuran merupakan mukadimah akhlak mulia yang akan mengarahkan pemiliknya kepada akhlak tersebut, sebagaimana dijelaskan oleh Nabi,
“Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebajikan.”
Kebajikan adalah segala sesuatu yang meliputi makna kebaikan, ketaatan kepada Allah, dan berbuat bajik kepada sesama.
Sifat jujur merupakan alamat keislaman, timbangan keimanan, dasar agama, dan juga tanda kesempurnaan bagi si pemilik sifat tersebut. Baginya kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat. Dengan kejujurannya, seorang hamba akan mencapai derajat orang-orang yang mulia dan selamat dari segala keburukan.
Kejujuran senantiasa mendatangkan berkah, sebagaimana disitir dalam hadist yang diriwayatkan dari Hakim bin Hizam dari Nabi, beliau bersabda,
“Penjual dan pembeli diberi kesempatan berfikir selagi mereka belum berpisah. Seandainya mereka jujur serta membuat penjelasan mengenai barang yang diperjualbelikan, mereka akan mendapat berkah dalam jual beli mereka. Sebaliknya, jika mereka menipu dan merahasiakan mengenai apa-apa yang harus diterangkan tentang barang yang diperjualbelikan, maka akan terhapus keberkahannya.”
Dalam kehidupan sehari-hari –dan ini merupakan bukti yang nyata– kita dapati seorang yang jujur dalam bermuamalah dengan orang lain, rezekinya lancar-lancar saja, orang lain berlomba-lomba datang untuk bermuamalah dengannya, karena merasa tenang bersamanya dan ikut mendapatkan kemulian dan nama yang baik. Dengan begitu sempurnalah baginya kebahagian dunia dan akherat.
Tidaklah kita dapati seorang yang jujur, melainkan orang lain senang dengannya, memujinya. Baik teman maupun lawan merasa tentram dengannya. Berbeda dengan pendusta. Temannya sendiripun tidak merasa aman, apalagi musuh atau lawannya. Alangkah indahnya ucapan seorang yang jujur, dan alangkah buruknya perkataan seorang pendusta.
Orang yang jujur diberi amanah baik berupa harta, hak-hak dan juga rahasia-rahasia. Kalau kemudian melakukan kesalahan atau kekeliruan, kejujurannya –dengan izin Allah- akan dapat menyelamatkannya. Sementara pendusta, sebiji sawipun tidak akan dipercaya. Jikapun terkadang diharapkan kejujurannya itupun tidak mendatangkan ketenangan dan kepercayaan. Dengan kejujuran maka sah-lah perjanjian dan tenanglah hati. Barang siapa jujur dalam berbicara, menjawab, memerintah (kepada yang ma’ruh), melarang (dari yang mungkar), membaca, berdzikir, memberi, mengambil, maka ia disisi Allah dan sekalian manusia dikatakan sebagai orang yang jujur, dicintai, dihormati dan dipercaya. Kesaksiaannya merupakan kebenaran, hukumnya adil, muamalahnya mendatangkan manfaat, majlisnya memberikan barakah karena jauh dari riya’ mencari nama. Tidak berharap dengan perbuatannya melainkan kepada Allah, baik dalam salatnya, zakatnya, puasanya, hajinya, diamnya, dan pembicaraannya semuanya hanya untuk Allah semata, tidak menghendaki dengan kebaikannya tipu daya ataupun khiyanat. Tidak menuntut balasan ataupun rasa terima kasih kecuali kepada Allah. Menyampaikan kebenaran walaupun pahit dan tidak mempedulikan celaan para pencela dalam kejujurannya. Dan tidaklah seseorang bergaul dengannya melainkan merasa aman dan percaya pada dirinya, terhadap hartanya dan keluarganya. Maka dia adalah penjaga amanah bagi orang yang masih hidup, pemegang wasiat bagi orang yang sudah meninggal dan sebagai pemelihara harta simpanan yang akan ditunaikan kepada orang yang berhak.
Seorang yang beriman dan jujur, tidak berdusta dan tidak mengucapkan kecuali kebaikan. Berapa banyak ayat dan hadist yang menganjurkan untuk jujur dan benar, sebagaimana firman-firman Allah yang berikut.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (Q.S. at-Taubah:119)
“Allah berfirman, ‘Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar.’” (Q.S. al-Maidah:119)
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya).” (Q.S. al-Ahzab:23)
“Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” (Q.S. Muhammad:21)
Nabi bersabda,
“Tinggalkan apa yang meragukanmu kepada yang tidak meragukanmu, sesungguhnya kejujuran, (mendatangkan) ketenangan dan kebohongan, (mendatangkan) keraguan.”
Macam-Macam Kejujuran
Jujur dalam niat dan kehendak. Ini kembali kepada keikhlasan. Kalau suatu amal tercampuri dengan kepentingan dunia, maka akan merusakkan kejujuran niat, dan pelakunya bisa dikatakan sebagai pendusta, sebagaimana kisah tiga orang yang dihadapkan kepada Allah, yaitu seorang mujahid, seorang qari’, dan seorang dermawan. Allah menilai ketiganya telah berdusta, bukan pada perbuatan mereka tetapi pada niat dan maksud mereka.
Jujur dalam ucapan. Wajib bagi seorang hamba menjaga lisannya, tidak berkata kecuali dengan benar dan jujur. Benar/jujur dalam ucapan merupakan jenis kejujuran yang paling tampak dan terang di antara macam-macam kejujuran.
Jujur dalam tekad dan memenuhi janji. Contohnya seperti ucapan seseorang, “Jikalau Allah memberikan kepadaku harta, aku akan membelanjakan semuanya di jalan Allah.” Maka yang seperti ini adalah tekad. Terkadang benar, tetapi adakalanya juga ragu-ragu atau dusta. Hal ini sebagaimana firman Allah:
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya).” (Q.S. al-Ahzab:23)
Dalam ayat yang lain, Allah berfirman,
“Dan di antara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah, ‘Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh.’ Maka, setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).” (Q.S. at-Taubah:75-76)
Jujur dalam perbuatan, yaitu seimbang antara lahiriah dan batin, hingga tidaklah berbeda antara amal lahir dengan amal batin, sebagaimana dikatakan oleh Mutharrif, “Jika sama antara batin seorang hamba dengan lahiriahnya, maka Allah akan berfirman, ‘Inilah hambaku yang benar/jujur’”.
Jujur dalam kedudukan agama. Ini adalah kedudukan yang paling tinggi, sebagaimana jujur dalam rasa takut dan pengharapan, dalam rasa cinta dan tawakkal. Perkara-perkara ini mempunyai landasan yang kuat, dan akan tampak kalau dipahami hakikat dan tujuannya. Kalau seseorang menjadi sempurna dengan kejujurannya maka akan dikatakan orang ini adalah benar dan jujur, sebagaimana firman Allah,
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” (Q.S. al-Hujurat:15)
Realisasi perkara-perkara ini membutuhkan kerja keras. Tidak mungkin seseorang manggapai kedudukan ini hingga dia memahami hakikatnya secara sempurna. Setiap kedudukan (kondisi) mempunyai keadaannya sendiri-sendiri. Ada kalanya lemah, ada kalanya pula menjadi kuat. Pada waktu kuat, maka dikatakan sebagai seorang yang jujur. Dan jujur pada setiap kedudukan (kondisi) sangatlah berat. Terkadang pada kondisi tertentu dia jujur, tetapi di tempat lainnya sebaliknya. Salah satu tanda kejujuran adalah menyembunyikan ketaatan dan kesusahan, dan tidak senang orang lain mengetahuinya.
Khatimah
Orang yang selalu berbuat kebenaran dan kejujuran, niscaya ucapan, perbuatan, dan keadaannya selalu menunjukkan hal tersebut. Allah telah memerintahkan Nabi untuk memohon kepada-Nya agar menjadikan setiap langkahnya berada di atas kebenaran sebagaimana firman Allah,
“Dan katakanlah (wahai Muhammad), ‘Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong.” (Q.S. al-Isra’:80)
Allah juga mengabarkan tentang Nabi Ibrahim yang memohon kepada-Nya untuk dijadikan buah tutur yang baik.
“Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian.” (Q.S. asy-Syu‘ara’:84)
Hakikat kejujuran dalam hal ini adalah hak yang telah tertetapkan, dan terhubung kepada Allah. Ia akan sampai kepada-Nya, sehingga balasannya akan didapatkan di dunia dan akhirat. Allah telah menjelaskan tentang orang-orang yang berbuat kebajikan, dan memuji mereka atas apa yang telah diperbuat, baik berupa keimanan, sedekah ataupun kesabaran. Bahwa mereka itu adalah orang-orang jujur dan benar. Allah berfirman,
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintai kepada karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila dia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. al-Baqarah:177)
Di sini dijelaskan dengan terang bahwa kebenaran itu tampak dalam amal lahiriah dan ini merupakan kedudukan dalam Islam dan Iman. Kejujuran serta keikhlasan keduanya merupakan realisasi dari keislaman dan keamanan. Orang yang menampakkan keislaman pada dhahir (penampilannya) terbagi menjadi dua: mukmin (orang yang beriman) dan munafik (orang munafik). Yang membedakan diantara keduanya adalah kejujuran dan kebenaran atas keyakinannya. Oleh sebab itu, Allah menyebut hakekat keimanan dan mensifatinya dengan kebenaran dan kejujuran, sebagaimana firman Allah :
“(Juga) bagi para fuqara yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan (Nya) dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (Q.S. al-Hasyr:8)
Lawan dari jujur adalah dusta. Dan dusta termasuk dosa besar, sebagaimana firman Allah,
“Kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.” (Q.S. Ali Imran:61)
Dusta merupakan tanda dari kemunafikan sebagaimana yang disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda,
“Tanda-tanda orang munafik ada tiga perkara, yaitu apabila berbicara dia dusta, apabila berjanji dia mungkiri dan apabila diberi amanah dia mengkhianati.” (HR Bukhari, Kitab-Iman : 32).
Kedustaan akan mengantarkan kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan akan menjerumuskan ke dalam neraka. Bahaya kedustaan sangatlah besar, dan siksa yang diakibatkannya amatlah dahsyat, maka wajib bagi kita untuk selalu jujur dalam ucapan, perbuatan, dan muamalah kita. Dengan demikian jika kita senantiasa menjauhi kedustaan, niscaya kita akan mendapatkan pahala sebagai orang-orang yang jujur dan selamat dari siksa para pendusta. Waallahu A’lam.
“Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir? Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa. Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik, agar Allah akan menutupi (mengampuni) bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S.az-Zumar:32-35)
Diambil dari majalah Fatawa
Referensi:
1. Makarimul-akhlaq, karya Syakhul-Islam Ibn Taimiyah ; cet. Ke-1. 1313 ; Dar- alkhair, Bairut, Libanon.
2. Mukhtashar Minhajul-Qashidin, karya Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisy, Maktabah Dar Al-Bayan, Damsiq, Suria.
3. Mukhtarat min Al-Khutab Al-Mimbariah, karya Syaikh Shalih ibn Fauzan ; cet. Ke – 1, Jam’iayah Ihya’ At-Turats Al-Islamy.
4. Syarh Riyadhus As-Shalihin, karya Syaikh Mahammad ibn Shalih Al-Utsaimin ; cet – 1 ; Dar- Wathan, Riyadh, KSA.
Minggu, 26 September 2010
Minggu, 01 Agustus 2010
Kisah-kisah perjalanan narQwe
Kisah-kisah perjalanan narQwe
Sesuai dengan nama marhalah (narQwe) yang artinya perubahan, dalam keorganisasian kami banyak perubahan yang terjadi baik itu dari sisi jelek maupun dari sisi buruknya di antaranya adalah
Pertama kalinya udisium di adakan di luar pondok dengan menyewa gedung mewah tepat di depan puskesmas lama narmada atau orang sering memanggilnya gedung haji, bukan hanya itu perubahan juga terjadi pada organisasi kami dari sisi jeleknya misalnya,
Sepanjang sejarah setiap organisasi selalu mendapatkan kesuksesan dalam melaksanakan acara, namun kali ini sejarah mengatakan kuliah umum terburuk sepanjang massa adalah kuliah umum organisasi narqwe.
Namun itu adalah hal yang wajar bagi kita, itulah kata kata yang terucapkan oleh salah satu guru kami, walaupun kuliah umum tahun di nilai buruk, namun sayap narqwe akan tetap berkiprah dan kini perubahan akan segera terjadi terutama dalam kebaikan.
Sesuai dengan nama marhalah (narQwe) yang artinya perubahan, dalam keorganisasian kami banyak perubahan yang terjadi baik itu dari sisi jelek maupun dari sisi buruknya di antaranya adalah
Pertama kalinya udisium di adakan di luar pondok dengan menyewa gedung mewah tepat di depan puskesmas lama narmada atau orang sering memanggilnya gedung haji, bukan hanya itu perubahan juga terjadi pada organisasi kami dari sisi jeleknya misalnya,
Sepanjang sejarah setiap organisasi selalu mendapatkan kesuksesan dalam melaksanakan acara, namun kali ini sejarah mengatakan kuliah umum terburuk sepanjang massa adalah kuliah umum organisasi narqwe.
Namun itu adalah hal yang wajar bagi kita, itulah kata kata yang terucapkan oleh salah satu guru kami, walaupun kuliah umum tahun di nilai buruk, namun sayap narqwe akan tetap berkiprah dan kini perubahan akan segera terjadi terutama dalam kebaikan.
Langganan:
Postingan (Atom)
























